In

truth hurts

kenyataan menamparku tadi malam, mungkin karna selama ini aku ngotot tutup mata, juga menolak dengar apa yang mereka bilang. atau mungkin kelewat cinta.
sekarang sudah kelewat sampai nyasar. Aku tahu aku hanya harus pulang, tapi ruhku belum lelah meramu asumsi asumsi lain,menutup membuka luka bergantian. Nanti, kalau sudah tidak perih lagi bekas tamparan kenyataan malam tadi, dan dirinya sudah aku kubur hidup-hidup. Ingatkan aku caranya tersenyum kembali. Tenang saja, mereka bilang Tuhanlah yang akan langsung menamparnya.
bukan sayang, ini bukan dendamku.
ini dendam mimpi-mimpiku yang dia matikan paksa.

Published with Blogger-droid v2.0.10

0 comments:

Post a Comment

What do you think?